Thursday, April 1, 2010

Happiness

...
aku terperangkap dalam dinding yg sangat rapuh ini..
namun aku bahkan tak punya daya untuk menghancurkan dinding pembatas diantara kami..
selemah apakah diriku ini..
bahkan menyentuhnya saja tak bisa, apalagi melindunginya
yang bisa kulakukan hanyalah menatapnya..
yang kubisa hanyalah mengaguminya dr batas dinding ini..
dia bahkan tak menyadari kehadiranku..


"hye rin!!umma akan pergi untuk menjenguk makam appa , jagalah dirimu dan baik baik lah pada ryeowook oppa" ucap ibu hye rin
"arasseo , umma"angguk hye rin pasrah..

sudah 2 tahun lamanya sejak appa meninggal , sejak appa meninggal umma terus meringkup di dalam rumah. keluarga kami menjadi hancur. umma yang terus memikirkan masa lalu dan tak pernah memikirkan masa depan. dan perjodohanku dengan ryeowook oppa. teman masa kecilku yg senantiasa menemaniku. namun.. aku belum bisa melupakan siwon oppa...

"hye rin" ryeowook mengetuk pintu rumah hye rin
"ah..ryeowook oppa , mari silahkan masuk "
"ah kau ini tak usah begitu sopan denganku " ucap ryeowook sambil mengusap kepala hye rin lembut..
"ngg..oppa mau minum apa?"
"apa saja..tak usah merepotkan" gumam ryeowook

selagi hye rin membuatkan teh di dapur..ryeowook menangkap sesuatu di pandangannya..
dengan rasa familiar ia mendekati sesuatu itu..
sebuah liontin hati diatas album foto..dgan penasaran ia membuka liontin itu..di dalam liontin tersebut ada foto hye rin dan siwon..ryewook meringis emosi melihatnya..
"oppa apa yang kau lakukan.." sahutan hye rin membuyarkan kegiatan ryeowook
"ah hye rin maafkan aku .. ummmm "
"oppa sudah melihatnya ya?"
"melihat apa?"ucap ryeowook polos
"melihat foto di dalam liontin itu " sambil menarik liontin dari tangan ryeowook..
"iya, aku sudah melihatnya..hye rin.. apakah kau belum bisa melupakan siwon?"
hye rin tak membalas
"hye rin.. aku sangat menyayangimu..aku lebih dulu mengenalmu sebelum dia! tapi mengapa kau memilihnya " dengan penuh emosi ryeowook memukul dinding..
"kyaa~ oppa!! ta.. tanganmu..be..berdarah " skejap hye rin mengambil obat dan membasuh luka ryeowook
"hye rin...kau belum membalas pertanyaanku.."
"oppa sudahlah..lukamu sangat pa.."
"jawablah hye rin!!" sambil menguncang tubuh hye rin dengan kasar
"o..oppa aku..aku tak bisa melupakan siwon oppa..aku sangat mencintainya.."
"hhhhhhhh...." desah ryeowook " sudahlah percuma saja aku datang ke sini menemanimu..hatimu tidak disini bersamaku..namum berada di tempat keparat itu"
"plakkkk" hye rin menampar ryeowook
"hye rin...kau.."
"maafkan aku oppa..tapi..jangan sebut siwon begitu.."
"selalu saja..kau selalu membelanya!!"
"blammmm..."

hikss..hiksss...hiksss..hiks...hikss...
"si..siwon"
suara tangisan hye rin menggema di rumah kecil nya itu..
ia menangis sampai tertidur..

"hye rin..hye rin ah.."
" si..siapa itu.."
"hye rin ini aku.."
"si..siwon oppa !!"
" ya..ini aku.."
"oppa! bagaimana bisa.."
"ssshhhtt.." siwon menutup mulut hye rin lembut..
"o..oppa aku sangat kangen padamu..mengapa kau meninggalkanku.." tanpa sadar tangisannya pun meledak..
"hye rin ah..kau harus melupakanku dan memulai hidup yang baru.."
"oppa..hiks hiks hiks"
"cup..cup..bangunlah..ryeowook akan melindungimu,aku mempercayainya..akhirnya aku bisa menyampaikan ini..berbahagialah hye rin.. " siwon tersenyum bahagia

ringg...ringg...
dering telpon itu membuyarkan mimpi hye rin..
"hye rin..aku di depan rumahmu.."
"oppa?! ngg ba..baik akan segera kubukakan.."
klekk
"hye rin..aku minta maaf" ucap ryeowook malu sembari menyodorkan bunga pada hye rin..
"o..oppa..ti..tidak apa..aku lah yang seharusnya minta maaf.."
"hm..soal yang kemarin a..aku sudah memutuskan untuk terus menemani..hingga memori mu tentang siwon hilang"
"oppa...."sekejap hye rin memeluk ryeowook hangat..
"hye..ah sudahlah.."
"oppa semalam siwon datang padaku.."
"apa?! apa yang dia katakan.."
"dia bilang berbahagialah
.."
"hmmm..siwon itu memang selalu misterius yah.."
"iya...haha"

suara tawa bahagia mereka terdengar oleh semua pohon, bunga dan burung berkicau..
di atas sana siwon akan selalu memperhatikan mereka..

3 tahun kemudiann...
"wookie ..lihatlah awan yang itu..seperti muka siwon oppa yah"
"dia tersenyum jagi~" ucap ryeowook sambil memeluk istrinya tercinta itu.
"ah..aku tak sabar menunggu si kecil kita untuk segera keluar.." desah hye rin
"jangan teburu-buru sayang bayi kita pintar..bila sudah saatnya keluar dia akan keluar.." senyum bangga ryeowook
"ah kau ini .."
ryewook mengusap perut hye rin lembut


............
2 minggu kemudian
"seorang laki-laki!!" seru sang perawat
"ya Tuhan!! mana-mana!!"
"jagiya~ lihatlah anak kita..mukanya sangat mirip dengan.."
"mirip dengan siwon! " seru ryeowook kaget..
"jadi apakah kalian sudah menentukan nama bayi hebat ini?" seru umma hye rin
"umm..umma..kami sama sekali tidak memikirkannya.."
"ah kau ini..appa akan kecewa pada kalian..masa kalian belum merencanakannya"ucap umma bahagia
"kami akan menamainya siwon!!" seru ryeowook tersenyum nakal pada hye rin
hye rin pun menangis bahagia
"ah jangan menangis ah..kau tidak suka ya?"
"oh..tidak aku.aku senang sekali..gomawo~"

the end :)

author : felicia .T

No comments: