Sunday, June 27, 2010

True Love (part five)

….
Kami tak mampu berkata apa-apa dan hanya mampu memerhatikan song qian. Song qian dalam keadaan koma pun tetap secantik boneka porselen. Ia hanya berbaring dengan tenang dengan rambut panjangnya yang terurai.

-flashback-

“songie ah~ bolehkah aku memainkan rambutmu?” tanyaku riang
“ah, boleh..tapi jangan macam-macam ya?” celoteh songie
“arasseo arasseo~ mengapa kau cerewet sekali sihh? “
“mwoo? Kau bosan hidup yah?”
“iya aku bosan hidup, bweee”
“huh”
“mi young~ song qian kalian sedang apa?”potong hangeng oppa
…tak ada jawaban…
“ah, ada apa lagi dengan kalian” ucap han oppa pengertian
“oppa~ mi young jahattttt..” sahut song qian manja
“mwoo? Aku hanya blang kau cerewet kau sudah begitu? Dasar tuan putri”
“apa katamuu! Oppa mi young jahat!” rengek song qian..
“mi young sudahlah..jangan begini..” ucap han oppa dengan tampang menyalahkanku..

-end of flashback-

Yah, sejak dahulu oppa memang sering membela song qian. Song qian memang dipuja semua orang. Bahkan umma ku saying kepadanya melebihi diriku. Umma selalu membanding-bandingkan diriku dengan song qian. Song qian inilah song qian itulah, kami sangat bertolak belakang. Bila ia memilih gaun berwarna eksentrik maka aku akan memilih gaun yang berwarna soft. Bila ia menyukai seruling aku memainkan biola. Kami sangat berbeda, kesamaan kami hanya satu..yaitu..sam-sama mencintai hangeng oppa. Walaupun ia sainganku dalam segala hal namun aku tak pernah membencinya sedikitpun. Aku sangat menyayanginya…
“mi young..” kyuhyun membuyarkan lamunanku
“engg..i..iya..” ucapku
“sudah larut..mari kita pulang..” ajak kyu
“a..baik..” ucapku
“sampai jumpa song qian cepatlah sadar, saranghaeyo~ “ ucapku pada song qian sebelum pergi..

+++++++++++++++++++++++

Kyuhyun mengantarkanku hingga sampai di depan rumah, aku pun mewarinya masuk.
“kyu, masuklah..umma dan appa pasti juga merindukanku.” Ucapku ramah padanya
“ah..tidak usah, sudah larut ibu kos ku akan mengusirku bila aku tidak pulang..haha”
“haha, baiklah..gomawo untuk hari ini..” ucapku
Kyu tak menjawab dan hanya tersenyum sambil melanjutkan langkahnya..
Ketika aku masuk rumah aku menceritakan semuanya pada umma dan appa yang sangat terkejut mendengar tentang song qian dan hangeng.

+++++++++++++++++++++++

Sementara itu, malam itu di gedung rahasia milik Negara..
“agen han..berhati-hatilah dalam menjenguk kekasihmu itu..jangan sampai identitasmu ketahuan..”
“arasseo”
“ingatlah siapa yang menyelamatkanmu 3 tahun lalu dari hutan..untunglah aku yang menemukanmu jika tidak mungkin kau sudah dimakan singa atau semcamnya..haha” ucap seorang wanita
“noona, bolehkah aku memberitahu identitasku pada dongsaengku? Aku sedih melihatnya menjenguk song qian dengan mata yanga tampak hampa..” ujar seorang pria berpakaian serba hitam..
“tidak! Jangan bertindak gegabah! Sekarang kau adalah agen nomor 1 di korea! Kau tidak mau melihat orang yang kau cintai berkorban bukan?”
“a..aku..”
“han, aku sudah mengabdikan seluruh hidupku menjadi agen rahasia.. Kau tahu kan dari nama pekerjaan kita sudah mengandung kata ‘rahasia’? kami para agen rahasia harus bekerja tanpa perasaan, atau kau mau kehilangan seluruh orang yang berharga di hidupmu?”
Suasana seluruh ruangan itu hening..pria berjas hitam itu hanya mampu menatap kosong pada langit yang bermandikan bintang itu..

+++++++++++++++++++++++

“mi young perkenalkan ini han sang wook unnie kekasih siwon oppa, dia yang akan mengiringi kita dengan permainan pianonya..” ujar luna
“ah, salam kenal sang wook unnie..”

“ah~ tak perlu sesopan itu, pangil sangie saja” ujar sangie unnie ramah
“ah arasseo sangie unnie”
“nah begitu saja..” ujar sangie semangat
“sangie? Makan siang bareng yukk!” ujar siwon oppa mengejutkan kami
“ah~ baik jagi..miyoung ikut kami oke?”ajak sangie unnie
“ah, i..iya..”
Sesampainya kami di halaman belakan sekolah tampak beberapa orang sudah menunggu, ada eunhyuk, yuri, sooyoung, luna, dan yong hwa oppa.
“ah! Mi young~ mari..hari ini aku yang masak..” ujar yuri unnie sambil melindungi masakannya dari sooyoun unnie
“yurii ah~ berikan aku hamburger ituu..ammm”
“tidakkk~ ini untuk mi young..kau sudah mengambil jatah 2 orang!”
“yahhhh~” sooyoung unnie tampak cemberut
“hahaha sooyoung unnie ambillah burger itu, aku tak ingin makan..”
“eh? Baiklah..terimakasih donsaengku sayangg~” ujar sooyoung unnie sambil melahap burger itu langsung dari tangan yuri unnie..
“yaa~ choi soyoung ahh..kau sudah dewasa!” celoteh yuri unnie
Semuanya tertawa riang, hingga aku melihat kyu duduk sendirian di bawah pohon.
“hey, itu kan kyuhyun mi young..ajaklah dia kemari..kau yang dekat dengannya kan?” ujar yuri unnie
“ah..unnie bisa saja..” ujarku
Yong hwa oppa langsung memerhatikanku..
“kyu~ bergabunglah dengan kami..” ujarku sambil menariknya
“ehh..ta..tapi akuu..”
“hei, anak baru ya?” ujar siwon ramah
“iya..”
“wah selamat datang..”
“selamat datang!!~” ujar semua orang..kecuali yong hwa oppa..
“yong hwa..jangan begitu” bisik eunhyuk padanya sambil menyengolnya
“ah..selamat datang.. “ ujar yong hwa oppa menatap sinis padanya..
“eng.. i..iya terima kasih..”
“kyu, kudengar kau teman masa kecil mi young yah? “ celoteh yuri unnie..
“eng..iya..”
“kau bisa beritahu tidak siapa cinta pertama mi young? Aku jengkel padanya ia tak pernah menceritakannya padaku..huh”
“eh..u..unnie~” gumam ku malu
“eh itu, cinta pertama?” ujar kyu sambil menatap sedih mi young..
Aku memberi tatapan ‘jangan katakan’ pada kyuhyun. Yong hwa oppa pun mengeluarkan suara
“yuri ah~ kurasa kyu dan mi young mempunyai beberapa hal yang tidak harus dikatakan..” ujar yong hwa oppa sambil menatap tajam pada kyu
“eh..iiya..mianhae unnie..” ak menunduk
“ah tidak apa-apa..”
“blukk” kyuhyun pingsan dan jatuh ke arah luna..
“kyaa~ kyuhyun..” ujar luna panic
“kyu!! Kau tidak apa-apa..kyaa~” jeritku panik
Kami pun mengotongnya ke ruang kesehatan, sepanjang siang aku menjaganya hingga ia terbangun.
“nghh…”
“kyu~ kau sudah sadar? “
“eh..iya..ini dimana?” kyu tampak bingung
“ini di ruang kesehatan..kyu jangan pergi~ setelah song qian dan hangeng jangan kau lagii..aku tak mau kehilangan kaliannn~ huhu” aku langsung menangis di hadapan kyu
“mi young..” gumam kyu sambil menghapus air mataku..
“jangan khawatir, aku tidak akan kemana-mana” ujar kyu sambil mengusap kepalaku pelan..
Sudah lama aku tidak senyaman ini, hand an kyu memiliki tangan yang hangat. Sentuhan mereka bisa membuat dirimu tenang. Namun tanpa kusadari seorang memperhatikan kami..

+++++++++++++++++++++++

Ketika mi young jalan menuju rumahnya, beberapa pria berjas hitam menariknya ke dalam sebuah mobil dan pergi begitu saja.

Di sebuah gedung rahasia Negara ponsel seorang wanita berstileto hitam berdering.
“…..”
“apa?”
“….”
“apa maumu?”
“….”
“agen han?”
“….”
“baik, tolong jangan macam-macam dengan gadis itu..”
“….”
“yaa!!! Jangan macam-macam!!!”
“bippp”
Telepon itu terputus.
“noona anda tak apa?” ujar seorang pria muda
“aku tak apa-apa! Cepat panggil agen han!”
“baik noona”

“han, nona han mi young telah diculik oleh perkumpulan mafia”
“apa?! Ba..bagaimana mereka..”
“aku tahu, bagaimana mereka tahu bahwa dia kelemahanmu..mereka lebih memilih seorang gadis untuk diculik daripada seorang namja yang berekspresi seram..” ujar noona itu khawatir
“bagaimana ini..mereka tidak seharusnya tahu identitasku..” ujar pria itu kebingungan.

To Be Continued~

Wednesday, June 23, 2010

True Love (part four)

author : felicia T
casts : -hangeng, -choi kyuhyun, -song qian, -yuri,seohyun, and sooyoung snsd, jung yong hwa, luna f(x)and han mi young


...........

10 november 2007, aigoo~ sebentar lagi aku berusia 17 tahun. Tak terasa sebentar lagi natal, karena aku ikut klub seni tari dan seni vocal maka sebentar lagi kami harus mengikuti kompetisi se-Korea. Seohyun dan luna untungnya juga sangat berbakat dalam menyanyi, kami sama-sama masuk klub seni vokal. luna, menurutku dia sudah termasuk penyanyi sopran. Dan seohyun alto. Sedangkan diriku, aku berada di tengah mereka. Dan di klub seni tari, aku selalu ditemani oleh yuri unnie, sooyoung unnie dan seohyun. Yuri unnie dan sooyoung unnie sangat ahli menari dan bisa segala jenis tarian. Seohyun, didalam penampilannya sebagai gadis sopan dan anggun rupanya ia sangat jago menari, terutama balet. Aku mulai menikmati masa sma ku sekarang, namun JTS alias Jessica, tiffany dan sunny tak pernah akur denganku. Di klub seni vocal Jessica selalu merendahkanku, kuakui dia memang cantik dan memiliki suara yang indah namun dia suka menyingkirkan fans-fans lain yong hwa oppa.
“young ah~ ayo kita pulang” panggil seohyun menyadarkan lamunanku
“ahh, ba..baik” gelagapku
“hahahaha lain kali jangan melamun lagi” seohyun menggetak kepalaku pelan
“auw..sakit pabo! Awas kau”
“kyaa ampun~ “
Kami berlarian sepanjang jalan menuju rumah. Hingga kami berpisah di jalan karena kami berbeda arah. Di jalanku menuju rumah, aku melihat segrombolan pria berjas hitam dengan badan kekar mereka baru saja keluar dari gedung tinggi yang terletak beberapa blok dari rumahku. Aku tak bersuara dan terus berjalan, salah seorang dari mereka berupaya menggangguku namunn..
“ya! Kau! Kembali ke barisanmu! Jangan menggoda gadis sma!” teriak suara tersebut
Aku menunduk menandakan rasa terima kasihku, namun pria tersebut tak membalas dan masuk ke dalam mobilnya.

+++++++++++++++++++++++

27 november 2007 hari ini aku berulang tahun . Ketika aku memasuki gerbang sekolah, tampak sebuah keramaian. Semua siswa tampak mengerubungi seseorang yang diatasnya ada sebuah poster tentang pertunjukan menjelang natal. Ah orang itu pasti merupakan tamu yang diundang untuk menyanyi di acara menjelang natal sekolah kami. Aku berjalan menuju gerombolan tersebut dan menemukan luna di sebelah laki-laki sang tamu itu.
“ah! Mi young! Disana kau rupanya! Kemari! Aku akan mengenalkanmu pada anggota klub kita yang baru…” sahut luna riang sambil menarikku dekat orang itu
“kyu~ kenalkan ini Han mi young! Miyoung, ini cho kyuhyun!”
Mata orang yang bernama kyu itu terbelalak sesaat dan terus memandangiku. Sebentar, aku rasa aku mengenalnya. Baru saja aku ingin menanyakan sesuatu kepada kyu namun songsaenim membawanya ke dalam gedung sekolah. Aku pun memutuskan untuk menunda pertanyaanku.
Setelah pulang sekolah…
“mi young! Apakah kau mau ikut kami mencari baju? “ sahut yuri unnie
“eh? Mm..maaf unnie, aku tidak bisa..ada sesuatu yang harus kulakukan” ucapku sambil membungkukan kepalaku tanda meminta maaf
“e?? baiklah, apapun yang kau lakukan itu lebih baik sangat penting karena telah menolakku untuk itu ..dada!” sahut yuri unnie sambil berlari
Aku tertawa melihat tingkah laku unnie ku satu itu. ‘Ah! Sampai dimana tadi? Kyu! Aku harus mencarinya’. Aku pun berlari ke halaman belakang tempat songsaenim menyuruhnya beristirahat. Dan sesampainya aku disana, ada kyu yang duduk mengamati salju.
“kyuhyun….” Ucapku dengan nafas berat sehabis berlari
“ah mi young..” ucapnya agak kaget
“kyuhyun, aku ingin menanyakan sesuatu..apakah kita pernah kenal sebelumnya?” ungkapku agak ragu
“iya kurasa begitu, kau adalah mi young teman masa kecilku bukan?”
“ah, syukurlah kau masih mengingatku! “ ucapku lega
“tentu saja aku mengingatmu, kita kenal satu selama 15 tahun kau tahu? Hanya saja aku ragu bahwa kau mi young yang kukenal..”
“eh? Kenapa begitu? Tega sekali kau” ucapku sambil mendorongnya pelan
“haha maaf hanya saja kau berbeda dari dulu, kau tampak lebih ceria sekarang..”
“ah, itu saja..aku memang menemukan hidup yang nyaman disini”
“hmm, baguslah kalau begitu..” gumamnya sambil meringkas barang-barangnya
“kyu, bagaimana kabar song qian dan han oppa? “
“han oppa baik-baik saja. Namun..song qian….” Muka kyu tertunduk sejenak dan tampak sedih
“kyu..ada apa dengan song qian?” tanyaku khawatir
“song qian..dia..dia …terbaring dalam koma sejak setahun kau pindah..” kyu tampak sangat sedih
“apa?! Koma?! Di..dimana ia sekarang? “ celotehku panik
“ia..dirawat di seoul hospital..” gumam kyu
“apa? Aku tak percaya..” aku langsung terjatuh di atas lututku dan tertuduk..
“mi young, berdirilah..jika kau mau, mari kita pergi menjenguknya bersama..” ucap kyu sambil membantuku berdiri..
“a..ah…ba..baik”

+++++++++++++++++++++++

Ketika kami sampai di seoul hospital, dan berada dekat di kamar rawat song qian. Tampak seorang pria berjas hitam dan kacamata hitam keluar dari kamar song qian, kyu menahan ku dan kami bersembunyi di belakang sebuah tikungan dan membiarkan pria itu lewat. Ketika pria itu lewat, aku seakan mengingatnya seseorang..’ah iya dia kan pria yang menolongku itu’ gumamku dalam hati. Awalnya aku tenang saja namun aku mulai merasakan sesuatu yang ganjil, ‘mengapa semua ini kebetulan? ‘bingungku.
“mari masuk..” ucap kyu sambil membukakan pintu
“ah baik..” ucapku dan mataku langsung tertuju pada sosok anggun yang terbaring diatas ranjang dan berbagai alat penopang hidupnya disamping ranjang itu. Kulangkahkan kakiku lebih dekat dan kuperhatikan sosok yang amat kurindukan.
“song..song qian..” gumamku sambil memegang tangannya dan mataku mulai dibasahi oleh genangan air.
“mi young, song qian begini karena menyelamatkan han oppa..”
“apa?”
“iya, setahun lalu han oppa pergi bersama ke suatu pesta..namun ditengah jalan pulang mereka tidak beruntung dan mengalami kecelakaan..song qian mendorong hangeng yang mabuk karena pesta keluar mobil saat sebuah truk menabrak mereka. Hangeng jatuh ke jurang hutan dan song qian selamat dalam keadaan koma..” cerita kyu
“….a..ba..bagaimana dengan han oppa?” ucapku gemetar
“hangeng..ia tidak diketahui keadaannya..namun saat tim penyelidik mencarinya di hutan, ia tidak diketemui..walau begitu beberapa jejak mobil dan kaki tercetak di tanh dan polisi menyatakan hangeng masih hidup namun hilang.” Icap kyu tampak sedih
“hangeng..” aku tak mampu berbicara..
“mi young..” ucap kyu sambil mendekap diriku dengan sekuat tenaganya..
Seumur hidup aku tak pernah melihat kyu begini, ia tampak sangat kehilangan dan sedih. Ia tak pemalu seperti yang kukira, ia tak sekuat dan setegar penampilan luarnya. Di dalam ia hanyalah seorang donsaeng yang merindukan oppa nya. Ia tampak sangat tak berdaya, begitupula dengan diriku.. ‘hangeng oppa!!!!! Dimana dirimuuuu~ huhuhuhu’ kami saling menguatkan satu sama lain dan menangis semalaman di depan song qian yang juga menghadapi hidupnya. Kami tak peduli lagi pada apapun, kami hanya merindukan orang yang sangat kami sayangi. Kami tak peduli bahwa kami telah menggangu suasana tenang rumah sakit ini..

To Be Continued~

Saturday, June 19, 2010

True Love (part three)

author : felicia T
casts : -hangeng, -choi kyuhyun ,song qian, -yuri and sooyoung snsd, jung yong hwa, choi siwon and han mi young.
guest : Jessica snsd, tiffany snsd, sunny snsd, and jung yong ri (not actress just fiction)

...........

20 februari 2006 , hari ini aku telah berjanji menemani yong hwa oppa mencari kado untuk dongsaengnya yg sangat manis. Yong ri namanya, ia sangat baik kepadaku dan aku sudah beberapa kali mendandaninya, ia sangat mungil dan cantik. Tak heran yong hwa tergila-gila pada adiknya sendiri.
“mi young, menurutmu apakah yong ri akan menyukai ini?” ujar yong hwa riang sambil menunjuk sebuah gitar klasik berukir bunga.
“eh? Oppa..apakah yong ri bisa memainkannya?” ucapku dengan tatapan aneh pada yong hwa.
“ya..mm.. mungkin? Aku akan mengajarinya~” mata yong hwa tampak berbinar-binar
“yah, baiklah jika kau yakin dia akan menyukainya. Belilah” ujarku pasrah
“yeah! Aku tak sabar mengajarinya!!!!” teriakan oppa berhasil menggetarkan seluruh took hingga orang memperhatikan kami..
“ e..oppa ..a..aku ke toilet dulu yah..eheheehe” segera aku mengambil seribu langkah darinya, oppa tampak kebingungan melihatku..
“aish , gadis yang sangat unik” gumam yong hwa melihat langkah mi young menjauh darinya..

+++++++++++++++++++++++

“oppaaaaa~ kyaaaaa~ gitar yang sangat lucu!!!” yong ri tampak gembira di hari bahagianya itu..
“wah syukurlah kau menyukainya yong ri, oppamu membuatku malu saat membelinya hahaha”
“ya!mi young ahh jangan mengingat itu lagi, sangat memalukan” yong hwa memajukan bibirnya dan melipat tangannya “huh”
“aish, mianhae oppa.. hanya saja kalau diingat-ingat kau sangat kekanakan hari itu “ cekikik ku
“wah, oppa lucu sekali” ledek yong ri “unnie~ gomawo , baru pertama kali aku lihat oppa seperti ini hihi” cekikik yong ri
“ya~ yong ri ah!! Kalau kau macam-macam aku tak akan mengajarimu memainkan benda itu “ ujar yong hwa menunjuk gitar baru dongsaengnya itu..
“aiigooo~ oppa, yong ri kan hanya main-main..” ucapku menenangkan yonghwa dan berkedip pada yong ri agar ia masuk ke kamarnya..
“mi young ah, jangan terlalu memanjakan adikku..sekali-kali ia harus kita tegasi..”
“iya iya..aku mau pulang sekarang..gomawo sudah mengundangku..” gumam ku sambil menunduk sopan..
“ne, mau kuantar?”
“dengan mobilmu itu? Tidak makasih. Aku tak mau mati dihajar fans wanitamu ” ledekku
“wae? Baiklah..hati-hati”
“ne…”

+++++++++++++++++++++++

“hoaahhmmm~” keluhku sembari menjatuhkan diri ke ranjangku.
‘hari yang lelah..o iya?!aku belum menjawab pernyataan yong hwa oppa..ah..biarkan sajalah..mudahan dia lupa dan tidak membebaniku dengan perasaannya..’
Baru saja aku menutup mataku tiba-tiba ponselku bergetar menandakan sms masuk. ’siapa sih sms malam-malam’ ketika kubuka ternyata dari yong hwa oppa..’ mi young a..kau belum membalas pernyataanku..besok kutunggu kau di depan gerbang sekolah.’ yaampun yong hwa oppa..bagaimana ini? Aha! Besok aku masuk melalui gerbang selatan saja. Aku tersenyum dan terlelap.

+++++++++++++++++++++++

Pagi ini sangat dingin, dan aku pergi ke sekolah dengan mengandalkan sepasang kakiku. Ketika aku sudah dekat sekolah, aku bersembunyi di balik pohon dan memerhatikan siapa saja yang ada di gerbang sekolah. Dan kutemukan sosok yang kucari..‘bagus sekali yong hwa sudah menungguku di situ.sekarang aku akan masuk melalui gerbang satunya’ . diriku sudah tenang ketika memasuki gerbang selatan, namun tiba-tiba yong hwa oppa mencegatku dari depan.
“mi young, aku kenal baik dirimu..kau akan menghindariku dan masuk lewat gerbang lain..” ujarnya sambil mencengkram tanganku kuat..
“o..oppa..aku..”
“mengapa kau menghidariku?! “ raut mukanya tampak kecewa..
Aku tak berani menjawab.
“mi young, mengapa kau tidak menerimaku? Aku berjanji akan menyayangimu lebih dari siapapun..aku..”
“oppa, jeongmal mianhae..aku tak bisa..kumohon, lebih baik kita tak usah saling mencari lagi. Aku tak bisa menerima perasaanmu. Maaf.” Aku berlari kearah kelasku meninggalkan sosok seorang jung yong hwa yang merunduk seperi terlukai. ‘jeongmal mianhae oppa’ sesalku.

+++++++++++++++++++++++

Hari ini hari pertama masa sma ku. Bunga berguguran menandakan musim gugur telah datang. Jung Yonh Hwa tak lagi mencariku, persahabatan kami hancur sudah. Aku meneruskan langkahku dan tersendak ketika 3 kakak kelas mendatangiku. Tunggu sebentar mereka adalah Jessica, tiffany dan sunny. Mereka adalah fans yong hwa, buat apa mereka mencariku.
“hei! Kudengar yong hwa oppa pernah kau tolak yah?” ujar Jessica dingin
“berani sekali kau menolak yonghwa yang sempurna itu. “ gumam sunny dingin
“ya~ kau tak mengaca? Seharusnya kau bersyukur seorang seperti yong hwa mendekatimu..” sambung tiffany
“ya~ jawablah kami!” bentak Jessica.
“Jessica, sunny, tiffany maaf..tapi kurasa kalian tak berhak mencampuri masalah pribadiku..”
“ya! Berani sekali kau! Sunny kurung dia di gudang! Biar ia tau rasa melawanku” bentak Jessica mendorongku.
‘ughh bagaimana ini, hari pertama saja sudah seperti ini.. masa sma memang bodoh!’
1 jam kemudian..
‘ughh, apakah tidak ada orang lewat? Aku tak tahan lagi..’
Aku terus membuat suara namun tak ada siapapun yang lewat di gudang penyimpanan alat music ini. Huh kakak kelas memang kejam. Mengurungku di gudan gelap ini dan mengikat tangan kakiku serta menyumpal mulutku. Seseorang tolong..
2 jam kemudian..
Ughh..aku tak tahan lagi. Hari mulai sore dan tak ada yang menolongku hingga beberapa kakak kelas membuka pintu gudang ini dengan kasar dan berlari ke arahku. Aku tak kuat lagi, mataku gelap dan tak melihat apapun.

+++++++++++++++++++++++

“ah..dimana ini?” aku terbangun di dalam kamar yang sangat nyaman
“mi young! Aigoo Jessica memang keterlaluan! Mentang-mentang ayahnya kepala yayasan ia memperlakukanmu seperti ini..” yuri unnie mengeleng-geleng.
“eh? Unnie? Bagaimana.. ini dimana?” aku terbangun
“kau di rumahku mi young.. tadi aku dan sooyoung mencarimu di kelas barumu, namun kami tak menemukanmu. Hingga seorang teman kelasmu memberitahu kami bahwa kau tidak masuk kelas tadi. Padahal tadi pagikau masuk. Kami terus mencarimu hingga..seorang melihatmu dibawa sunny dan tiffany. Kami pun mendatangi Jessica dan memaksanya buka mulut..”
“unnie..aku..gomawo..kalau unnie tidak mencariku pasti aku sudah tidak ada sekarang..”
“young ah.. tidak apa. Kau harus berterima kasih pada yong hwa.. tanpanya kami tidak akan menemukanmu, ia yang memaksa Jessica untuk buka mulut..”
“e? yong hwa oppa? “
“iya..kurasa kau harus mencarinya. Ia tak pernah pergi dengan gadis lain sejak kau menolaknya..apakah kau mau ia menjadi perawan tua?” gumam yuri unnie cekikikan
“ah unnie ini..ahahhaa”

+++++++++++++++++++++++

Setelah satu hari beristirahat, akhirnya aku masuk ke sekolah. Semuanya berjalan lancar dan aku mendapatkan teman baru yaitu seohyun dan luna.
“mi young ah~ seorang kakak kelas mencarimu..” teriak seohyun ceria
“siapa?”
“lihat saja sendiri. Ia menunggumu di halaman belakang. Dan oh, ia sangat tampan.” Bisik seohyun menggodaku
Aku berjalan menuju halaman belakan dengan gugup. Sebuah sosok yang kukenal menungguku di halaman belakang. Siapa itu? Rasanya aku mengenalnya.
“ mi young, kau sudah datang? Bagaimana keadaanmu?” ucap sosok itu
“eh yong hwa oppa? “ ujarku kaget
“maaf aku mencarimu, aku hanya ingin minta maaf. Kalau bukan karenaku, hal seperti kemarin tidak akan terjadi..mianhae”
Sosok yong hwa yang kukenal tidak begini, sosok yang dulu menyambutku ceria kini tertunduk penuh perasaan bersalah terhadapaku.
“oppa, tidak apa-apa. Akulah yang salah. Haha”
“mianhae” bel sekolah berbunyi menandakan jam makan siang telah berakhir, yong hwa berjalan melewatiku sambil menepuk kepala ku “ sampai jumpa” bisiknya..
Aku pun kembali ke kelasku. Huh tampaknya aku salah memilih sekolah, seharusnya aku tidak masuk ke sekolah yang sama dengan jung yonh hwa. Kini aku harus berpapasan dengannya setiap hari. Huh..

To Be Continued~





ps : maaf yah~ fansnya jessica, tiffany and sunny telah membuat idola kalian jadi peran yg jahat >< mianhae :)